belajar-online

Beberapa waktu lalu sekolah saya sudah mulai menerapkan sistem pembelajaran berbasis internet melalui konsep pembelajaran E-learning.

Bagi beberapa pelajar dengan diterapkannya sistem e-learning merasa senang, karena sejak saat itu sekolah saya tidak melarang lagi siswanya untuk membawa hp kesekolah.

Selain itu, beberapa siswa juga ada yang tidak senang dengan diterapkannya sistem pembelajaran ini, termasuk saya juga. Alasannya karena tidak punya hp yang mendukung sistem pembelajaran ini.

Karena metode yang digunakan sekolah saya untuk pembelajaran e-learning adalah metode diskusi melalu internet (forum online). Metode tersebut dilakukan di situs web Schoology, karena pada dasarnya situs tersebut hanya mendukung perangkat Smartphone dan PC.

Sedangkan saya sendiri tidak punya kedua perangkat tersebut, alias masih menggunakan prangkat Hp biasa yang beroprasi sistem java.

Apa itu sistem konsep pembelajaran e-learning?

Electronic Learning kepanjangannya, dan disingkat E-learning. Seperti halnya E-Mail, sistem ini menggantikan proses manual menjadi proses yang lebih moderen dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Jika kita terjemahkan kedalam bahasa indonesia, Electronic Learning akan menjadi "Pembelajaran Elekronik".

Bisa saya simpulkan bahwa sistem pembelajaran e-learning adalah sebuah konsep yang memanfaatkan media teknologi yang lebih tepatnya media elektronik seperti hp,laptop,PC,dan sejenisnya sebagai media pembelajaran.

Sistem pembelajaran E-learning pertama kali diperkenalkan oleh universitas di urbana yang bernama Ilnois University dengan memakai sistem Computer Asisted Intraction dan komputer yang bernama PLATO

Setelah itu muncul sistem baru CBR (Computer Based Training) yang memunculkan aplikasi E-Learning untuk memungkinkan pembahasan materi secara lisan maupun visual menggunakan media internet.

Lalu sistem pembelajaran E-learning menyebar ke hampir seluruh universitas dan sekolah - sekolah didunia, salah satunya di indonesia.

Di indonesia, sistem ini pertama kali digunakan oleh universitas dan lembaga kementrian.

Seiring berjalannya waktu, sistem konsep E-Learning mulai merabah dan digunakan hampir di seluruh sekolah di indonesia. Salah satunya sekolah saya yang mulai menerapkan sistem E-learning di tahun 2017.

Dengan diterapkannya sistem ini sudah pasti ada manfaat kelebihan tersendiri yang dirasakan oleh guru - guru dan pelajar. Selain manfaat juga ada kekurangan dalam penerapan sistem E-learning.

Kelebihan pembelajaran e-learning di sekolah

Pertama saya akan jelaskan terlebih dahulu kelebihan dan manfaat dari penerapan sistem pembelajaran e-learning ketimbang proses pembelajaran biasa. Apa saja kelebihan dari pembelajaran e-learning?

Tidak ada lagi larangan siswa untuk membawa hp ke sekolah

Dulu sebelum sekolah saya mengenal sistem e-learning, untuk siswa yang punya hp dilarang untuk membawanya kesekolah dengan alasan untuk meminimalisir penyebaran konten pornografi.

Padahal hp sangat penting untuk membantu para pelajar untuk mencari informasi materi.

Selain itu juga memudahkan pelajar untuk menjawab pertanyaan - pertanyaan yang susah untuk dijawab.

Dan sekarang setelah diresmikannya dan diterapkannya sistem e-learning tidak ada lagi larangan untuk membawa hp kesekolah.

Proses belajar dan mengajar menjadi lebih mudah

Lewat e-learning guru dan murid lebih mudah dalam berkomunikasi melalui internet tanpa mengenal ruang dan waktu.

Karena dengan pembelajaran ini pihak guru dengan mudah memberikan materi maupun jawaban dimana saja dan kapan saja, seperti di sekolah ataupun di rumah, entah itu pagi, siang, dan malam.

Sedangkan dipihak siswa juga sama. Dapat mengerjakan tugas dimanapun dan kapanpun, sambil duduk, berbaring dan bahkan jungkir balik sekalipun, entah itu pagi, siang, dan malam.

Mempermudah siswa yang memiliki keterbatasan mental untuk belajar

Pembelajaran E-learning memungkinkan untuk mereka yang memiliki keterbatasan mental atau kurang beruntung yang secara formal tidak mendapatkan pendidikan dan bagi mereka yang kurang fokus saat belajar di kelas.

Seperti contoh: umpama Si A di dalam kelas sangat pemalu, pendiam dan jarang berkomunikasi dengan siswa lain.

Apalagi Si A duduk di pojok belakang. Saat guru menjelaskan Si A diam dan menyimak pembelajaran itu, namun suasana di luar terlalu bising membuat Si A gagal fokus dan beberapa materi pembelajaran dilewatinya. Si A mau bertanya soal materi tadi, namun Si A malu untuk menanyakannya. Dengan begitu materi tersebut akan terlewatkan begitu saja oleh Si A.

Dengan adanya sistem pembelajaran e-learning, siswa yang seperti itu tidak akan kesusahan dalam menanyakan sesuatu yang ia tidak mengerti. Dan mungkin siswa yang seperti ini lebih mudah untuk fokus dalam belajar tanpa ada yang ia lewati.

Melalui sistem ini siswa dapat dengan mudah menyampaikan ide

Di kelas mungkin pelajar atau siswa susah sekali untuk mengungkapkan sesuatu, contohnya bertanya tentang materi yang mereka tidak mengerti dan ide - ide baru yang mereka punya.

Melalui konsep belajar e-learning diharapkan para siswa lebih aktif bertanya. Serta, dapat mengungkapkan ide dan gagasan - gagasan baru yang mereka punya. Selain itu juga para siswa dapat bertukar informasi untuk memperbaiki pembelajaran mereka dengan mudah.

Kekurangan pembelajaran e-learning

Banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan dari sistem e-learning, disamping itu kita dapat merasakan efek samping berupa kerugian dan kekurangan dalam menerapkan sistem e-learning.

Yang dapat saya temukan dan saya rasakan sendiri cukup banyak kerugiannya. Apa saja kekurangan sistem pembelajaran e-learning di sekolah?

Memungkinkan adanya kecurangan

Khusus untuk pihak sekolah yang menerapkan sistem e-learning dengan metode forum diskusi seperti menggunakan situs web Schoology.

Kemungkinan besar akan terjadi kecurangan dalam proses pembelajaran.

Kecurangan yang saya maksud adalah duplikat user, alias siswa yang secara sengaja menduplikasi atau membuat akun ganda.

Mereka yang seperti itu akan lebih mudah dalam menjawab soal yang menggunakan batas waktu.

Karena mereka menggunakan satu akun palsu untuk mencatat dan mengetahui soal yang akan keluar, dan satu akun aslinya lagi digunakan untuk menjawab.

Bagi guru yang kurang teliti dan kurang paham dengan sistem moderasi, hal ini akan mudah dilakukan oleh siswa yang memiliki kecerdasan untuk mengelabuhi sistem.

Mereka yang seperti itu akan lebih mudah untuk mendapatkan nilai bagus. Dan ini tidak adil bagi mereka yang serius menjawab dengan jujur.

Fungsi guru sebagai pembimbing akan hilang

Guru memiliki dua fungsi, antara lain sebagai pembimbing serta pengajar.

Guru sebagai pembimbing artinya pihak guru memberikan bimbingan dan arahan ke siswanya agar kelak sukses. Seperti contoh: pihak guru memberikan pengarahan dan saran terhadap siswanya pada saat siswanya melanggar ataupun berbuat salah.

Saat pembelajaran e-learning otomatis fungsi guru sebagai pembimbing hilang dan hanya memiliki fungsi sebagai pengajar yang memberikan materi pembelajaran.

Hal ini bakal berdampak buruk bagi para siswa kedepannya, karena seorang pelajar tidak mungkin dalam menempuh dunia kerja hanya berbekal pembelajaran. Akan tetapi, peran bimbingan guru juga dibutuhkan untuk membimbing muridnya dalam memilih jalan yang mereka percayai.

Kurangnya layanan dan fasilitas internet

Yang paling penting dalam melakukan pembelajaran e-learning adalah akses internet. Tidak mungkin, proses belajar lewat sistem ini akan berjalan lancar tanpa akses internet.

Tapi, buat mereka yang tidak punya cukup uang untuk membeli kuota pasti kesusahan dalam menjalankan pembelajaran e-learning.

Memang akses wi-fi sudah ada, akan tetapi password wi-finya masih disembunyikan, padahal untuk menjalankan pembelajaran dibutuhkan akses internet.

Itu disekolah, tapi di luar sekolah lebih berat lagi.

Khusus buat murid yang tidak mempunyai hp yang memadai untuk mengakses situs e-learning, harus bolak - balik hanya untuk mengecek tugas setiap saat kewarnet

Membosankan, tentu. Apa lagi pas sampai di warnet pas dicek situsnya eh tidak ada tugas yang harus di kerjakan, sudah pasti hal ini akan membuat para pelajar kesal, selain kesal juga akan membuat para siswa jenuh dengan sistem pembelajaran e-learning.

Kehidupan sosial di kelas akan berkurang

Tidak menutup kemungkinan antara siswa yang satu dengan yang lain cenderung memiliki sifat individual.

Hal ini akan menyebabkan terputusnya kehidupan sosial di dalam kelas, cenderung lebih fokus pada aktifitasnya sendiri dan mengabaikan orang yang disampingnya.

Jika dibiarkan terus menerus seperti itu, kemungkinan besar akan berpengaruh juga peran siswa di masyarakat nantinya.

Hilangnya interaksi siswa dengan guru

Selain hubungan sosial, interaksi siswa dengan guru kemungkinan akan hilang di dalam kelas tersebut.

Itu karena, siswa cenderung lebih aktif mencari jawaban atas pertanyaan yang susah dijawabnya.

Yang dulunya siswa lebih aktif bertanya menjadi diam dan lebih memilih mencari jawaban di internet.

Tentu di pihak guru akan kesusahan dalam melihat siswa atau pelajar yang serius belajar dan aktif di kelas.

Peran guru konversional akan dituntut untuk menggunakan pembelajaran ICT

Dipihak guru sendiri yang semulanya menggunakan metode pembelajaran lama yaitu metode konversional akan dituntut untuk mengerti, mengetahui dan menggunakan pembelajaran berbasis ICT (Information Communication Technology) atau TIK.

Apa itu metode konversional?

Metode konversional adalah sebuah metode pembelajaran tradisional, dimana pihak guru lebih cendrung menguasai kelas serta lebih banyak ceramah dalam menyampaikan materi.

Selain itu, guru lebih sering berinteraksi dengan siswanya melalui pemberian catatan, tugas serta membentuk kelompok diskusi.

Lalu apa itu metode pembelajaran ICT?

Metode pembelajaran ICT merupakan metode baru untuk menyampaikan materi dalam proses belajar.

Dalam metode ini, pihak guru wajib tahu tentang komputer, seperti fungsi, cara kerja dan cara menggunakan komputer.

Kalau tidak demikian maka sudah tentu dipihak guru akan mengalami kesulitan saat memberikan sebuah materi.

Tentu hal ini sangat ribet, apa lagi buat para guru yang belum tahu tentang komputer.

 Prosesnya sangat ribet

Sebelum mengikuti proses pembelajaran e-learning, para siswa dan guru diwajibkan untuk memiliki akun E-mail untuk membuat akun di situs E-learning.

Buat yang tidak punya e-mail tentu bakal kesal, karena harus membuat e-mail agar bisa gabung dengan yang lain di e-learning.

Kelihatannya sangat ribet ketimbang menggunakan proses belajar seperti biasa.

Khusus pelajaran matematika dalam proses menjawab bakal susah

Buat pelajaran yang tidak menggunakan simbol khusus untuk menjawab soal sangat mudah, tapi kalau pelajarannya menggunakan simbol khusus bagaimana?

Contohnya pelajaran matematika, selain itu juga pembelajaran kimia.

Buat yang punya PC hal ini mudah diatasi, tapi buat pengguna smartphone, dan hp biasa bagaimana?

Tentu hal ini sangat menyusahkan dan menyebalkan.