pelanggan

Pelanggan merupakan penentu kesuksesan suatu perusahaan, tanpa mereka perusahaan tidak akan bisa terus berlanjut.

Tahukah anda apa yang dimaksud dengan pelanggan?

Jika anda belum tahu pengertian pelanggan maka anda datang ke postingan yang tepat

Karena, di artikel ini saya akan bahas pengertian pelanggan secara umum dan menurut para ahli

Kemudian saya juga bahas jenis - jenis pelanggan, tipe pelanggan serta karakteristik pelanggan.

Mungkin ini artikel bakal jadi panjang dan melelahkan, tapi tenang buat anda yang ingin mencari salah satu yang akan saya bahas bisa cek pada daftar isi dibawah ini

Pengertian Pelanggan Secara Umum

Apa definisi dari pelanggan?

umumnya yang kita ketahui tentang pelanggan itu adalah seorang pembeli

Menurut saya itu kurang tepat, karena menurut kbbi pelanggan adalah orang yang membeli barang secara tetap.

Pelanggan adalah pembeli itu sebenarnya hampir tepat.

Namun pengertian pelanggan secara umum adalah seseorang yang datang dan membeli produk atau menggunakan layanan kita 

Kemudian calon pelanggan tersebut tertarik, karena tertarik diapun datang dan menjadi pelanggan di perusahaan, yang sewaktu waktu akan kembali dan membeli lagi ke prusahaan yang anda miliki.

Intinya pelanggan itu merupakan orang yang datang tidak cuma sekali, tapi berkali - kali secara tetap.

Jika hanya membeli sekali masih kita namakan calon pelanggan, karena mereka yang hanya membeli sekali belum tentu akan datang lagi untuk membeli.

Pelanggan bisa kita sebut sebagai konsumen, customer maupun klien

Pengertian Pelanggan Menurut Para Ahli

Selain pengertian pelanggan secara umun, para ahli juga ikut dalam mendefinisikan maksud dari kata pelanggan

Dalam bukunya masing - masing, mereka berpendapat bahwa pelanggan ternyata memiliki arti luas, dan berikut adalah pengertian pelanggan menurut para ahli:

Menurut Maine dkk (dalam Nasition, 2004:101)

Menyampaikan 4 definisi tentang pelanggan yaitu:

  1. Pelanggan adalah orang yang tidak tergantung pada kita, tetapi kita yang tergantung padanya
  2. Pelanggan adalah orang yang membawa kita kepada apa keinginannya
  3. Tidak ada seorangpun yang pernah menang beradu argumentasi dengan pelanggan
  4. Pelanggan adalah orang yang teramat penting yang harus dihapuskan

Menurut Nasution (2005:45) dan Gaspersz (1997:73)

Pelanggan adalah semua orang yang menuntut organisasi untuk memenuhi standar kualitas tertentu, dan karena itu memberikan pengaruh pada kinerja organisasi.

Menurut Bean dan Maine (dalam Nasution, 2005:46)

Menurutnya pelanggan adalah 

  • orang yang tidak tergantung pada perusahaan, tetapi sebaliknya;
  • orang yang membawa organisasi untuk mengikuti keinginannya;
  • orang yang teramat penting yang harus dipuaskan. 

Menurut Tjiptono dan Diana (2003:100-101)

Memberikan definisi pelanggan itu sebagai orang yang membeli dan menggunakan produknya.

Menurut Dharmmesta dan Handoko (1997:12)

Pelanggan adalah individu-individu yang melakukan pembelian untuk memenuhi kebutuhan pribadinya atau konsumsi rumah tangga.

Menurut Pamitra (2001:11)

Pelanggan adalah individu pembuatan keputusan yang menyebabkan seseorang harus terlibat atau tidak dalam pembelian suatu produk.

Menurut Supranto (2001:21)

Pelanggan adalah setiap individu yang menerima suatu jenis barang atau jasa dari beberapa orang lain atau kelompok orang.

Menurut Lupiyoadi (2001:134)

Pelanggan adalah seorang individu yang secara continue dan berulang kali datang ke tempat yang sama untuk memuaskan keinginannya dengan memiliki suatu produk atau mendapatkan suatu jasa dan memuaskan produk atau jasa tersebut.

Menurut Gasperz dalam (Nasution, 2004:101)

Pelanggan adalah semua orang yang menuntut perusahaan untuk memenuhi suatu standar kualitas tertentu yang akan memberikan pengaruh pada performansi perusahaan dan manajemen perusahaan.

Jenis - Jenis Pelanggan

Setelah kita mengetahui pengertian apa itu pelanggan, lanjut kita akan bahas tentang jenis - jenis pelanggan.

Secara umum jenis - pelanggan ada 3 yaitu

  1. Pelanggan Internal
  2. Pelanggan Eksternal
  3. Pelanggan Perantara

Pertama kita akan bahas dulu apa yang dimaksud dengan pelanggan internal

Pelanggan Internal

Dilihat dari namanya jenis pelanggan ini biasanya terdapat di dalam sebuah perusahaan yang sangat mempengaruhi kinerjanya.

Sederhananya pengertian pelanggan internal adalah orang - orang yang berpartisipasi secara langsung dalam operasi penciptaan jasa maupun produk semenjak pengagendaan itu berlangsung.

Mereka biasanya membeli barang ke kita tidak untuk digunakan maupun dikonsumsi secara langsung, melainkan untuk dijual kembali ke pelanggan mereka.

Seperti distributor, agen resmi, maupun produsen yang membeli barang kita untung dikembangkan lagi menjadi produk baru yang dapat digunakan dengan fungsi yang berbeda.

Contoh pelanggan internal kita ambil saja penjual kain, mereka memiliki pelanggan internal seorang pengusaha baju jadi.

Seorang bos Kain Tenun memiliki pelanggan internal pengrajin tenun.

Adapun hal-hal yang diperlukan pada pelanggan internal seperti:

  1. Ikatan.
  2. Kerja kelompok.
  3. Jalan dan susunan kerja yang efesien.
  4. Operasional yang bermutu.
  5. Pengiriman yang tidak lelet.

Pelanggan Eksternal


Pengertian pelanggan eksternal adalah mereka yang berada diluar organisasi yang menerima service penyerahan produk atau jasa dari perusahaan. 

Mereka biasanya merupalan pelaku akhir atau sering disebut pelanggan nyata (the real customer)

Yang nanya apa itu pelanggan nyata , saya jelasin ulang bahwa pelanggan nyata adalah pelaku akhir, untuk lebih lengkapnya bisa baca pengertian dari pelanggan eksternal.

Jadi, pelanggan nyata merupakan pelanggan eksternal itu sendiri

Contohnya ibu atau istri anda yang sering membeli bahan untuk masak ke pasar, jadi mereka itu adah pelanggan eksternal.

Ada beberapa hal yang biasanya diperhatikan pelanggan eksternal sebelum membeli produk atau menggunakan jasa diantaranya:

  1. Kesesuaian dengan keperluan produk atau jasa.
  2. Bobot sutu produk atau jasa.
  3. Tarif yang masuk akal.
  4. Pengiriman yang cepat dan pelayanan yang tepat. 

Pelanggan Perantara

Apa yang dimaksud dengan pelanggan perantara?

Pelanggan perantara adalah seseorang yang berstatus pembeli tapi mereka membeli barang bukan untuk di gunakan, melainkan di jual kembali, hampir sama dengan pelanghan internal, tapi bedanya mereka membelinya dari agen atau distributor.

Contohnya pedagang, pedagang ini adalah pelanggan perantara yabg membeli di distributor yang merupakan pelanggan internal, sedanggan distributor membelinya di tempat pembuatannya langsung.

Contoh lainnya seperti Toko buku rudi yang menjual berbagai buku dari grandmedia untuk anak anak smp.

Dalam hal ini grandmedia sebagai pemasok yang mendapatkan pesanan dari toko buku rudi, toko buku rudi sendiri merupakan pelanghan perantara, sedangkan anak anak smp adalah pelanggan nyata.

Tipe - Tipe Pelanggan

Banyak sekali tipe konsumen yang bakal kita temui dalam suatu organisasi maupun saat kita berjualan.

Bervariasi sekali, mulai yang biasa saja, yang dapat membuat kita senang bahkan mampu membuat kita emosi dengan tingkahnya.

Berikut adalah tipe - tipe pelanggan yang umum sekali kita dapatkan ketika berjualan.

Tipe pendiam

Ketika membeli pelanggan dengan tipe tidak banyak bicara hanya fokus untuk membeli, bahkan jarang sekali kita temui berbicara untuk bertanya maupun untuk melakukan nego dengan kita.

Mereka hanya datang, membeli, membayar kemudian langsung cabut pulang.

Tipe konsumen pendian biasanya hanya sedikit memiliki relasi pertemani, tapi sekali banyak punya teman mereka pasti dapat dipercaya.

Hal ini bakal menguntungkan untuk perusahaan kita.

Untuk menangani konsumen pendiam harus dengan hati - hati, dan berikut adalah langkah - langkah komunikasi ketika ketika kita berhadapan dengan pelanggan yang memiliki sifat ini

  1. Kita harus menyiagakan intelektul untuk capak daripada mendengar.
  2. Start pembicaraan dengan kejadian yang ringan dan tidak perlu membicarakan objek yang berat, apalagi langsung ke kegiatan pemasaran. Anda mulai saja dengan membicarakan hobi, keluarga dan sebagainya.

Tipe cerewet

Tipe pelanggan cerewet adalah konsumen yang memiliki sifat kebalikan dari tipe pendiam.

Lebih banyak bicara yang tidak penting dan kadang membicarakan hal - hal yang tidak ada kaitannya dengan produk yang kita tawarkan.

Lebih - lebih lagi anda itu ganteng, menarik dan wah pokoknya. Anda siap - siap saja di bombardir dengan pertanyaan 5W+1H , wkwkwk

Tapi jarang yang seperti itu, paling banyak pasti menanyakan semua hal tentang produk anda.

Untuk cara menghadapi tipe konsumen yang cerewet

  1. Coba untuk menjadi pendengar dan biarkan pelanggan berbicara tentang apa yang ingin mereka katakan.
  2. Ikuti jalan pembicaraan mereka sampai pada tahap tertentu. Kemudian belokkan  pembicaraan sesuai dengan apa yang kita inginkan.
  3. Anda Jangan ragu untuk mengatakan, “Bolehkah saya berbicara sekarang?”

Tipe arogan

Egois adalah definisi lain dari arogan, tipe konsumen seperti ini sangat susah sekali untuk kita hadapi, masih mendingan keknya tipe pelanggan cerewet mereka masih mau menerima apa yang kita sampailan.

Beda dengan tipe pelanggan arogan, mereka hanya menganggap pendapatnyalah yang paling benar.

Mereka lebih mengandalkan kesok tahuannya bahkan dengan layanan kita sekalipun.

Sangat membuat emosi sih, tapi harus perlu banyak bersabar asan usahakan diri kalian tidak tersinggung dengan apa yang mereka ucapkan.

Kata - katanya lumayan pedes kalau kalian dengar lama - lama.

Cara menghadapi pelanggan tipe arogan adalah

  1. Give them time untuk mencerna produk kita sesuai keinginannya. Anda bisa give penjelasan mengenai  layanan lewat brosur atau melihat produk sendiri.
  2. Jangan coba-coba menganggu “individualitasnya” jika tidak ingin dapat celaan darinya.
  3. Anda hanya dapat bertanya, “Apakah Anda sudah jelas tentang produk kami?” atau pertanyaan lain yang sejenis.
  4. Tipe seperti ini sangat senang disanjung. Oleh karena itu sanjunglah mereka dengan elegan dan tidak berlebihan.

Tipe sombong

Congkak, sok dan tinggi hati adalah nama lain dari konsumen tipe sombong.

Mereka lebih condong dan bangga memamerkan kemampuan dirinya maupun dengan apa yang ia miliki.

Sangat beda jauh dengan konsumen tipe arogan, customer tipe sombong lebih mudah dipengaruhi untuk membeli produk kita.

Cara menghadapi konsumen tipe sombong

  1. Kasih mereka bercakap sesuka hatinya
  2. Memberikan kesan seolah-olah Anda menyetujui semua opini mereka. Misalnya dengan mengatakan “Anda benar”, “Saya setuju dengan Anda”, dan arfirmasi lain yang sejenis.
  3. Sanjunglah sesuatu yang mereka banggakan. Misalnya, jika pelanggan Anda menggunakn banyak perhiasan, berikan pujian tentang hal itu.
  4. Pikat mereka untuk memakai produk Anda berdasarkan dialog mereka sendiri. Contoh pernyataan, “Jika mampu membeli barang mewah seperti yang telah Anda ceritakan, Anda pasti bersedia membeli produk kami”. Skak mat.

Tipe Hemat

Dimasa pandemi ini, kita bakal banyak menemui konsumen dengan tipe hemat, yap karena uang di era sekarang sangat sulit untuk didapatkan.

Pekerjaan sulit sekali untuk didapatkan, untuk berbelanja keperluan apapun hemat adalah solusinya. Termasuk anda pasti menerapkan konsep hemat pangkal kaya.

Tipe pelanggan hemat sangatlah cermat dalam membeli apa yang ingin dia dapat.

Mereka akan mempertimbangkan banyak hal terutama harga, namun mereka cenderung berlebihan terhadap hal itu.

Cara memikat konsumen tipe hemat sangatlah gampang, dan berikut adalah caranya:

  1. Siapkan statistik dan hitung-hitungan setiap produk secara rinci
  2. Jelaskan manfaat dan fungsi setiap layanan kepada mereka
  3. Jangan pernah melupakan perhitungan produk, bahkan estimasu paling sepele sekali pun.
  4. Jangan melupakan manfaat dan kegunaan produk, bahkan manfaat yang paling remeh sekali pun.

Tipe pembanding

Ahh inimah lebih murah dari toko sebelah, ah ini mah jelek , lebih mendingan ditoko sana, kok disini mahal, tadi disana lebih murah dari ini.

Bla bla bla bla

Tipe konsumen pembanding seperti ini bakal banyak sekali memberikan perbandingan produk anda dengan produk orang lain.

Bahkan mereka bakal lebih menguasai produk kita, jika kita tidak benar - benar menguasai produk yang ingin dijual.

Untuk itu pelajari lah lebih dalam produk kompetitormu serta jangan lupa produk yang ingin anda tawarkan kepada pelanggan tipe pembanding.

Cara menghadapi konsumen dengan tipe pembanding

  1. Kuasai produk semaksimal mungkin dan pengetahuan penyajian supaya mampu meberi keyakina terhadap konsumen tipe pembanding.
  2. Analisa dan pelajari produk kompetitor.
  3. Jangan pernah rela masuk ke dalam muslihat membanding-bandingkan produk tanpa mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan.
  4. Untuk menghadapi tipe ini, jika belum paham betul, sebaiknya mengajak serta kawan kerja yang lebih senior dari anda.

Tipe - Tipe Pelanggan Menurut Para Ahli

Secara umum tipe pelanggan itu seperti yang saya jelaskan diatas tapi, jika pengen lebih mendalam mengetahui tentang pelanggan, saya ada beberapa bendapat mengenai tipe tipe pelanggan menurut para ahli.

Dan berikut adalah pendapat mereka:

Menurut Ernest Kretschmer

perilaku konsumen juga sangat dipengaruhi oleh bentuk tubuhnya, ia mengelompokkan perilaku konsumen kedalam tiga tipe kepribadian yaitu konsumen tipe piknis, konsumen tipe leptosome, konsumen tipe atletis.

Konsumen tipe piknis bentuk tubuhnya badan bulat, agak pendek dan muka atau wajahnya bulat lebar.

Pelanggan atau konsumen ini pada umumnya bersifat ramah, suka bicara, tenang dan suka humor.

Dalam menghadapi konsumen/pelanggan tipe seperti ini, seorang penjual hendaknya memperhatikan hal-hal yaitu perhatikan suasana hatinya dan melayaninya untuk bercakap-cakap jika pelanggan tersebut menghendakinya. 

Percakapan dilakukan dengan penuh perhatian, menarik, ramah dan sedikit humor. Menghindari perdebatan atau tidak bersifat konfrontasi.

Konsumen tipe leptosome bentuk tubuhnya diantaranya agak kecil dan lemah, bahu tampak kecil, leher dan anggota badan kurus dan panjang.

Pelanggan tipe leptosome umumnya bersifat sombong, merasa intelek dan merasa idealis.

Dalam menghadapi pelanggan seperti ini seorang penjual hendaknya memperhatikan hal-hal yaitu menghormati pelanggan seperti layaknya seorang raja yang harus selalu dilayani, bersikap sabar, perhatian, penuh hormat, bijaksana, dan menurut perintahnya, menghindari perkataan atau teguran yang dapat menyinggung perasaan pelanggan.       

Konsumen tipe atletis ini bentuk tubuhnya diantaranya badan kokoh, pundak tapak lebar, pinggul berisi, anggota badannya cukup panjang, berotot kekar, dan muka bulat lonjong. 

umumnya mempunyai karakter seperti banyak gerak, berpenampilan tenang, jarang humor, dan tidak percaya pada orang lain.

Dalam menghadapi pelanggan tipe atletis, penjual hendaknya mmeperhatikan hal-hal yaitu menghindari perdebatan yang tidak bermanfaat, memberikan kesan seolah-olah pelanggan adalah orang yang baik dan cerdas menghindari sikap terburu-buru tetapi harus sabar dalam melayani mereka.

Menurut johnstone 

mengkategorikan pembeli sebagai pembeli pria, pembeli wanita, pembeli remaja, pembeli lanjut usia, pembeli pendiam, pembeli suka bicara, pembeli terdiri dari group, pembeli pengugup, pembeli ragu-ragu, pembeli pembantah, pembeli pendatang, pembeli sadar, pembeli curiga, dan pembeli angkuh.        

Pembeli pria mudah terpengaruh oleh bujukan penjual, sering tertipu karena tidak sabaran untuk memilih dulu sebelum membeli.

Punya perasaaan kurang enak jika memasuki toko tanpa membeli sesuatu. Kurang begitu berminat untuk berbelanja sehingga sering terburu-buru mengambil keputusan pembelian.

Mudah terpengaruh oleh nasihat yang baik, argumentasi yang objektif.

Cara untuk menghadapi atau melayani pembeli pria adalah dilayani dengan cepat tanpa perlu banyak bicara.

Setiap penjelasan cukup terbatas, hanya pada hal-hal yang ditanyakan, jangan memperlihatkan barang-barang yang meiliki warna mencolok.       

Pembeli wanita tidak mudah terbawa arus atau bujukan penjual. Lebih banyak tertarik pada warna dan bentuk, bukan pada kegunaannya, karena wanita lebih berperasaan dari pada pria.

Cara memperlakukannya adalah wanita senang menyediakan banyak waktu untuk berbelanja sehingga mereka akan merasakan kesenangan tersendiri jika dapat memilih dari persediaan barang yang banyak.

Wanita lebih peka akan suasana toko, maka untuk melayaninya pun diperlukan kesabaran yang tinggi, penuh perhatian, tidak cepat tersinggung, dan sebagainya. Wanita memiliki peranan yang amat penting, apalagi wanita lebih berbakat hemat dibandingkan pria.

Pembeli remaja sangat mudah terpengaruh oleh bujukan penjual, mudah terbujuk dan terpengaruh oleh iklan. 

Pembeli remaja tidak berfikir hemat, menyukai hal-hal yang lucu dan manis, mengikuti trend dan fashion masa kini. 

Cara memperlakukannya adalah remaja senang diperlakukan dengan ramah  dan sopan, menghadapi tipe remaja  dianjurkan kesabaran yang ekstra karena tipe ini sering kali berubah-ubah perasaannya dan keinginannya, senyuman yang manis adalah cara terbaik menghadapi tipe ini.

Pembeli lanjut usia umumnya memiliki pola berpikir yang sesuai dengan pengalaman hidupnya.

Seringkali menampakkan tingkah laku seolah-olah mereka adalah terpandai, penjual sering dianggap anak kecil yang tidak mengetahui apa pun, tidak bisa mengikuti perputaran jaman, sehingga seringkali menanyakan barang-barang yang sudah tidak diproduksi lagi dan tidak terburu-buru dalam membeli barang, bahkan senang berbincang dulu dengan penjual.

Cara yang terbaik untuk melayaninya harus banyak menyisihkan waktu untuk melayaninya, penuh pengertian dan kesabaran disesuaikan dengan kecepatan gerak pelanggan, bila harus menasihatinya, janganlah berbuat seolah-olah nasihat tersebut datangnya dari orang yang lebih muda, tetapi coba usahakan kesan bahwa nasihat tersebut datang dari orang yang sebaya dengannya.

Pembeli pendiam merupakan tipe pelanggan yang paling sulit dihadapi sebab penjual tidak punya pegangan untuk dapat mulai mencoba mengadakan percakapan.

Cara terbaik untuk menghadapinya adalah pembeli yang pendiam akan merasa tentram jika dihadapi dengan sikap ramah, hormat dan penuh perhatian.

Pembeli yang suka berbicara cara yang baik untuk dapat memulai percakapan, tetapi tidak mengetahui bagaimana cara menghentikannya.

Jika menghadapi situasi yang demikian, penjual secara bijaksana harus dapat mengalihkan perhatian pembeli kepada barang yang dibutuhkannya.

Seandainya pembeli terus berbicara tanpa henti, pada saat-saat percakapan tersebut mendadak berhenti, penjualan harus dapat segera megalihkan pembicaraan kepada barang apa yang akan dibelinya.

Hal ini akan memberikan kesan bahwa ia telah mendapat penuh perhatian sehingga pembeli merasa senang dan memang hal tersebut yang dibutuhkannya. Pembeli memang butuh menjadi pusat perhatian.

Pembeli terdiri dari group adalah pembeli tersebut ingin mendapat harga murah dari suatu barang yang dibeli ataupun mendapat diskon dan kurang percaya diri dengan apa yang akan dia beli. Cara menghadapinya adalah penjual secara tegas harus memgatakan jujur kepada pembeli barang yang akan dia beli itu pantas apa tidak buat pembeli.

Penjual harus pandai-pandai menentukan harga untuk suatu barang agar penjual tidak merasa rugi.

Penjual harus hati-hati karena pembeli terdiri dari group biasanya walaupun sudah mendapat diskon pembeli akan menawar harga produk jadi penjual harus punya pendirian yang teguh.

Penjual harus selalu tersenyum dan menyapa pembeli agar pembeli tertarik pada barang yang dia ingginkan.

Pembeli yang gugup cara menghadapinya adalah usahakanlah penampilan setenang mungkin.

Jangan sampai ada tingkah laku anda yang mengesankan keragu-raguan karena hal ini akan membuat pembeli semakin terburu-buru dan semakin gugup, jika kondisi ruangan memungkinkan, sebagai langkah pertama adalah menyilakan duduk. Hal ini akan sangat dirasakan oleh pembeli sebagai suatu pertolongan. Jangan sekali-sekali mencoba menjual barang melebihi apa yang ditanya, sebab dapat membawa efek yang sebaliknya

Pembeli yang ragu-ragu merasa kesulitan untuk memutuskan sesuatu. Jika kesulitan demikian sudah menjadi suatu kebiasaan, maka orang akan merasa hidup dalam dunia yang senantiasa ragu-ragu, dan dalam kondisi yang demikian harus ada orang lain yang mencoba memutuskannya.

Cara yang terbaik untuk memperlakukan langganan yang ragu–ragu adalah Landasan utama bagi setiap penjual adalah kepercayaan, terutama terhadap langganan yang ragu-ragu, penjual harus dapat merebut kepercayaan itu. Bukankah pembeli itu harus dapat nasihat dan pertolongan? Pembeli akan mengikuti nasihat jika mereka telah mempercayainya terlebih dahulu.

Untuk hal tersebut dapat diusahakan untuk mencoba menawarkan barang-barang yang terbaik (tetapi tidak terlalu mahal). Pembeli harus merasa senang. Oleh karena itu, anda harus dapat bersikap tenang, percaya pada diri sendiri, ditambah penampilan bahwa anda  memiliki keahlian tertentu sehingga sanggup menceritakan tentang segala jenis barang sampai kepada hal-hal sekecil-kecilnya, sehingga langganan akan merasa semakin tertarik.

Pembeli pembantah yang dalam praktek kita sering harus berhadapan dengan orang yang senantiasanya membantah segala sesuatu yang diungkapkan oleh orang lain. Biasanya tipe orang yang demikian jika memasuki toko suka membuat gaduh suasana, menganggu pelayanan dan sebagainya.

Orang demikian beranggapan bahwa dirinya adalah yang paling pandani, senantiasa segan mendengarkan argument orang lain tentang suatu jenis barang. Disini sebaiknya dijaga agar tidak terjadi diskusi yang berlarut-larut.

Cara terbaik untuk memperlakukan pembeli pembantah adalah jangan memperlihatkan reaksi bahwa pembeli adalah pihak yang salah, jika demikian dikhawatirkan akan timbul diskusi yang berkepanjangan, perdebatan besar dan akhirnya akan kehilangan pembeli. Perlihatkan sikap tenang, tidak gugup dan jangan marah.

Pembeli pendatang biasanya dapat dijumpai kesulitan juga jika menghadapi pembeli yang datang dari daerah pedesaan.

Untuk menghadapi pembeli demikian perlu sekali disediakan waktu agar mereka dapat berbelanja dengan tenang, sesuai dengan alam pedesaan yang mereka nikmati sehari-harinya. Juga mereka sangat mengharapkan perhatian penuh dari pelayan-pelayan toko.

Pembeli yang sadar adalah pembeli yang yakin terhadap dirinya sendiri dan sudah mengetahui sebelumnya apa yang akan dibelinya. Biasanya dengan penuh keyakinan mereka melangkah measuki toko, lalu menyatakan keperluannya denga ringkas dan jelas serta tidak akan banyak membuang waktu dalam menentukan barang apa saja yang akan dibelinya. Cara terbaik untuk memperlakukan pembeli yang sadar adalah pembeli ini sudah biasa menentukan pilihannya sebelum ia masuk kesebuah toko, dan orang semacam ini biasanya sulit untuk dipengaruhi. Ia dapat segera dilayani sebagaimana biasa dan selesai. Akan tetapi, seandainya terpaksa harus menasihatinya, maka segala sesuatunya harus dikatakan dengan ringkas, tegas, dan jelas, serta penuh dengan penghormatan dan bijaksana.        

Pembeli yang curiga adalah pembeli yang selalu mencari kesalahan pada barang-barang yang akan dibelinya atau kesalahan-kesalahan dari penjelasan-penjelasan yang dikemukakan oleh pelayan toko.

Mereka umumnya adalah orang yang tidak tenang dan selalu merasa curiga akan diperas atau ditipu.

Cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi pembeli tipe ini agar mau melakukan pembelian adalah usahakanlah untuk memberikan jaminan yang baik serta kesempatan untuk dapat menukarkan kembali jika terjadi kekeliruan pembelian.

Hal ini harus ditekankan betul-betul. Jangan menimbulkan kesan bahwa penjual lebih unggul, bersikap ragu-ragu, bimbang, serta hal tersebut dapat membangun rasa curiga.

Pembeli yang angkuh adalah pembeli yang akan merasa menjadi pusat perhatian. Hal ini diperlihatkan dalam tingkah lakunya seperti kesenangan membual, dan mereka tidak memiliki sikaplain kecuali keangkuhan. Biasanya sikap seperti ini timbul sebagai kompensasi dari adanya “ rasa rendah diri” yang parah sehingga mereka senantiasa berusaha memberikan kesan tertentu terhadap lingkungannya. Menghadapi pembeli yang demikian memang sulit.

Mereka umumnya mudah dikenali, sebab apa yang mereka lakukan biasanya secara berlebihan, congkak, mencoba memaksa untuk mejatuhkan harga barang dan untuk mendorong diri mereka sendiri. Pada umumnya mereka ingin menggagalkan terjadinya penjualan dengan mengemukakan alasan-alasan yang “picik”.

Cara terbaik untuk memperlakukan langganan angkuh adalah jangan merasa tertekan oleh sikapnya dan bersikaplah ramah tamah dan hormat.