gereja-tua

Hari semakin larut sebentar lagi senja tiba,aku pun bergegas menggayun sepeda tua menuju ke apotek toko obat seberang. Aku khawatir dengan ibu yang kondisinya kian memburuk.

Dari kejauhan tampak toko obat,hatiku pun senang akhirnya sampai juga. Ku taruh sepeda tua itu di depan parkir khusus sepeda yang berada didepan apotek.

Aku buka pintu apotek yang hampir tutup.

"Permisi mas,. . . . "

"Ya Dek bisa saya bantu."

"Hem ada obat penurun panas gak."

"Ya ada, buat siapa ya ?"

"Buat ibuku yang sedang panas tinggi mas."

"Tunggu bentar saya ambilkan."

Aku pun menunggu dengan penuh kesabaran aku berdiri didepan kasir sambil mengkhawatirkan kondisi ibu. Tidak lama akhirnya pelayan toko datang .

"Dek ini obatnya."

"Trimakasi mas."

"sama sama."

Akupun pergi dan tiba - tiba.

"Eeee,dek obatnya belum dibayar." kata sipelayan yang terkaget.

"Haduh hampir lupa,berapa harganya mas."

"50.000 saja." kata sipelayan toko.

Akupun mengeluarkan uang berwarna biru bergambar i gusti ngurah rai pahlawan dari bali di balik saku celana, dan akupun memberikannya ke pelayan toko.

"Ni mas uangnya, aku pergi dulu trimakasih mas."

Dengan tergesa - gesa aku menuju ke sepeda tua pemberian ayah. Aku gayun tanpa merasa malas atau bosan aku pun dengan cepat menggayun sepeda dengan harapan semoga ibu tidak apa - apa dan semoga ibu bisa bertahan dirumah melawan penyakit yang sedang dideritanya.

Hari mulai gelap menunjukkan malam akan tiba, akhirnya aku sampai juga dirumah. Seharian aku menghabiskan waktu diluar,tetapi hal yang menjanggal kurasakan,kenapa tiba - tiba rumahku ramai.Hatiku mulai cemas dengan cepat aku buka pintu dan aku melihat ibuku sudah tiada , sedih ku pancarkan didepan ibu yang selama ini sudah merawatku. Air mata bercucuran membasahi pangkuan ibu. Tak kusangka engkau dengan cepat meninggalkanku. Ibu kini aku sendirian tanpa pelukan mu,sekarang aku tinggal dengan siapa bu. Ibu. . . . Ibu.

"Ibu . . . Maafkan aku bu" aku bersedih didepan ibu tak kuasa menerima semua ini.

"Jangan seperti itu de. . . Sabar,doakan saja ibumu biar mendapatkan tempat yang bagus disana." kata pamanku sambil mengelur elus rambutku.

"Tapi paman ibu telah tiada,dan kini aku sendiri,sekarang aku dengan siapa." kataku sambil sedih.

"kan ada paman yang selalu ada. Sekarang tinggallah dengan paman." kata paman yang merasa kasihan melihatku.

Sinar surya mulai Terbit dari ufuk timur, kini adalah hari pemakaman ibu, akupun bersiap siap mempersiapkan diri untuk melihat wajah ibu yang terakhir kalinya.

Kulihat ibu kini berbaring kaku diselimuti kain warna putih kuning. Terbujur kaku dan berbisu,air mata mulai menggenangi wajah tak kuasa ku melihatnya. Tak kuasa ku melupakannya yang kini kuharapkan semoga ibu mendapat tempat yang indah disana ibu terima kasih atas semua jasa mu ibu yang sudah merawat dan membesarkanku.

5 tahun sudah berlalu sejak kematian ibu. Aku masih ingat semua itu dan kini aku sudah berumur 18 tahun. Aku tidak tahu mengapa aku selalu ingin ke gereja tua itu lagi. Entah mengapa seperti ada sebuah kenangan yang telah lama terukir. Untuk menuntaskan semua itu akupun meminta izin untuk pergi kegereja tua itu. Akupun pergi bersama sepeda tua yang selalu menemaniku selama ini. Setiba ku digereja akupun termenung dalam kesunyian ,dan sambil mengingat masa lalu.

"Permisi apa ada orang didalam." tiba tiba aku mendengar suara itu dan suara itu mengingatkanku pada seseorang wanita.

"Ya silakan masuk."

Wanita itupun membuka pintu dan terlihat wajah cantik yang mengingatkanku pada seseorang. Wanita itupun seperti mengingatku juga dan mendekatiku dan berkata

"wah ternyata blide ,lama tidak bertemu."

"Hem anda siapa ya."

"Masak tidak ingat sama ku,aku sriadnyani."

"oh sriadnyani." dan akupun ingat dan mengajaknya untuk duduk di meja yang ada.

"lama tidak bertemu,kemana saja kamu selama ini."

"Ibuku telah lama meninggal sejak pertama kita bertemu,akupun tidak ingat hari itu,dan entah mengapa aku ingin kesini." sambil menangis mengingat semua kenangan itu.

"apa ibumu meninggal,maaf sudah membuatmu sedih,aku kesini hanya untuk bertemu kamu, setiap hari aku kesini hanya untuk bertemu kamu tapi kamu tidak ada disini,aku khawatir dengan keadaan kamu, dan sekarang kita dipertemukan kembali, gini sebenarnya sejak pertama aku mengenalmu aku merasa lain,mungkin ini namanya cinta,apakah kamu mau jadi pacarku ??" kata sri.

Kata itu membuatku mengenang kembali masa itu dan mengingat semuanya ,dan ternyata dulu aku pernah merasakan cinta,dan

"baru kuingat kenangan ini,dulu juga ku pernah merasa suka sama kamu,tapi sejak kepergian ibu aku menjadi lupa kenangan ini,tapi hari ini aku diingatkan kembali oleh kata kata mu, aku juga mencintaimu."

Sejak hari itu hidupku menjadi tenang dan tidak sedih lagi,dan kini aku hidup bahagian dan melupakan semua kenangan pahit yang aku lalui.

Taaamatt

Gimana gan cepennya,sedih bukan ya saya juga sedih menulisnya, semoga kamu dapat memetik pembelajaran bahwa cinta itu adalah perasaan bukan hanya sebuah mainan dan ingat berbaktilah kepada kedua orang tuamu dan hiduplah gigih dan tegar tidak pantang menyerah dengan begitu hidupmu bakal bahagia,saya admin undur diri, terimakasih.