gereja tua

Jupa lagi dengan saya blogkinci,pada pertemuan saya kali ini,saya bakal berbagi cerita pendek yang terinfirasi dari kejadian tadi sore. Cerita ini hanya fiksi dan karangan semata maka kami mohon maaf atas kesalahan penulisan serta ejaan. Yang mau baca silakan dibawah ini.

Kenangan Manis Di Gereja Tua
Tak terasa hujan telah berhenti,cukup lama aku menunggu agar hujan berhenti,karena hari ini aku ingin membeli obat untuk ibuku yang telah lama sakit keras. Hampir dua bulan ibuku menahan siksaan yang membebani hidupnya lantaran ibuku terkena deman berdarah.

Kutak membuang - buang waktu karena aku cinta dan sayang pada ibu,akupun pergi meninggalkan tempat ku berteduh lantas aku mengambil sepeda tua hadiah dari ayah 5 tahun yang lalu. Aku gayun sepeda tua itu menuju ke toko obat yang ada didekat kota seperang, jarang cukum jauh kira - kira 10 kilo meter dari rumah.

Sambil ku mengayun sepeda tua,aku menyanyikan sebuah lagu kesukaan ku. Sambil menikmati suasana ramai kendaraan berlalu lalang. Genangan air tampak dimana mana membasahi jalan raya dan pepohonan.

Tak terasa sudah 5 kilo meter aku menempuh perjalanan ini, tak ada lelah dan tak ada keluhan yang muncul dari jiwa ini. Tiba - tiba bintik air jatuh kebumi, "kurasa sebentar lagi turun hujan" gumang hatiku. Tak mau kehujanan akupun mencari tempat berteduh. Dari kejauhan tampak sebuah bangunan mengah menjulang tinggi tempat agama kristen beribadah. Akupun menuju ke bangunan yang dinamakan gereja.

Setiba ku di dekat jalan masuk gereja aku taruh sepeda tuaku di tempat yang teduh. Hujan pun turun dan mengguyur kota yang ramai. Tak mau kebasahan akupun berlari menjuru tempat agama kristen beribadah. Aku buka pintu gereja yang agak tua, dan aku masuk menuju ruang gereja dan tak lupa aku tutup pintu geraja yang tadi aku buka. Tak menunggu waktu lama akupun duduk di kursi depan diruang ibadah para umat kristen. Lalu aku nikmati sunyinya ruang gereja dan hangatnya suasana gereja.

Tok. . . .tok. . . Tok " permisi apa ada orang didalam." suara seorang wanita yang halus yang mengusik dan memecah kesunyian gereja.
"ya silakan masuk." sahutku membalah suara wanita itu.
Pintu gerejapun terbuka,terlihat seorang wanita berparas cantik berdiri menutup pintu gereja tua. Wanita itu menuju tempatku duduk dan berkata.
"Maaf mengganggu tuan,sudah lama ya duduk disini." gumang suara wanita itu.
"oh,baru tadi, boleh ku tanya nama anda siapa ya ??." tanyaku sambil melihat wajah cantik wanita yang duduk disampingku.
"oh,namaku sriadnyani. Boleh aku tahu nama tuan siapa." sahut wanita itu menanyakan namaku. Baru kali ini ada wanita yang mau menanyakan nama ku.
"Oh,namaku dwijaputra panggil saja dwija."

Tak terasa sudah lama kita berbincang dan berkenalan akupun meminta nomer hp nya dengan halus aku berkata.

"Maaf,boleh minta nomer ponselnya gak ??." tanyaku dalam suasana guguk lantaran disampingku ada wanita cantik.
"yah boleh silakan dicatat."

Suasana berubah menjadi kegugupan. Aku seperti terbang keangkasa menari nari. Tak menunggu waktu lama akupun mengambil pulpen sederhana yang berada di saku baju yang aku pakai. Sambil mencatat aku seketika menoleh ke wajah wanita bernama sriadnyani. Ternyata dia lumayan cantik bagiku.

"Rasanya hujan sudah reda nih, terimakasih ya sudah menemaniku,salam kenal dada."
"da juga,sampai ketemu lagi."

"waduh baru ku ingat ternyata aku belum beli obat." akupun pergi dan mengambil dan mengayung sepeda tua pemberian ayahku menuju toko obat di seberang kota.

Hari ini adalah hari yang membuat ku senang lantaran bertemu seseorang wanita yang cantik. Sebuah kenangan pun terukir di gereja tua.