foto-langit-malam


Dari ke jauhan tampak puluhan hingga ratusan kembang api meluncur ke atas dan meledak. Ledakan tersebut hanya menyisakan puing - puing kecil nan indah yang menghiasi langit malam. Suara dengungan dan ledakan bom spritus melesat dan meledak yang memecah sunyinya malam. Dari sisi lain tampak ribuan jajaran lentera menghiasi dan menerangi setiap sudut dan sisi jalan dan ibu kota seakan mengusir kegelapan dari dunia.

Sungguh langit malam yang indah,sungguh waktu malam yang meriah menghibur para insan yang datang. Tak terkecuali aku,alan,dan andi yang sudah dari tadi menelusuri setiap sudut hingga sisi jalan dan perkotaan yang penuh dengan jajaran lentera yang tepasang rapi.

"wow,teman - teman kesini." kata sialan.
"emangnya kenapa lan,kok heboh sendiri lo ??." tanya siandi heran.
"coba deh lo lihat ini apa."
"Lah,itukan bom spritus, halah buat heboh aja lo." jawab ku singkat.
"Terus lo apain tuh bom sprituh itu??." tanya siandi heran.
"hehehehe,kita mainin aja,mumpung ada spritus ditambah anunya."
"auk ah, nanti pemiliknya nyari gimana coba ??." sahut andi terus bertanya.
"ya kalau masalah itumah bisa diatur." jawab sialan remeh.

Tidak ambil pusing sialan pun mengambil bom spritus tersebut tanpa merasa dosa ataupun bersalah (dasar sialan).

"ayah bom spritusnya mana." kata bocah tersebut.
"Lah,tadi ayah menaruhnya disini."kata bapak dari bocah itu sambil menunjuk tempat bom spritus itu.
"ayah. . . . . . . . " bocah itu pun menangis.

* * * * *
Singkat kata singkat cerita,kami pun tiba ditempat festival kembang api berlangsung. Sialan yang dari tadi sibuk ngurus bom spritus itu dan tidak lupa juga ia mengagetkan kita berdua dengan suara ledakan bom spritus yang amat keras dari 7 rakitan kaleng susu beruang yang dibungkus pipa dua dim.

"wew lan,stop apa maininnya gue kaget nih !!!." bentak andi yang kaget.
"ya benar kata andi, nanti kita jantungan gimana coba." sahutku
"hahahaha,ya gak apa - apa kok sesekali aja." sahutnya dengan enteng.
"sesekali endas lo,ini udah banyak kali njeng !!." bentak andi sekali lagi.
"hahahaha,maaf njing."

* * * * *
(ciut duar briak) suara kembang api menyala menyisakan ribuat butiran kecil yang menghiasi langit malam. Tiba saatnya puncak festival kembang api. Puluhan bahkan raturan kembang api diluncurkan guna menghibur para insan yang kehausan nafsu gembira. Terlihat ratusan insan yang menyaksikan peluncuran kembang api yang meledak yang hanya menyisakan butiran cahaya terang. Bahkan ada juga yang mengabadikan momen ini dalam bentuk jepretan foto dari ponselnya.

"yah habis spritusnya." keluh sialan.
"wkwk,dasar bocah." sahut andi dari belakang.
"tukan sudah ku bilang,jangan gunain dulu spritusnya." kataku.
"bangke,ahsudahlah,biarkanlah."

Tiba - tiba dari balik kerumunan para insan yang menyaksikan peluncuran kembang api terlihat seseorang berkepala gundul yang mencuri perhatian karena terkena paparan cahaya lampu neon yang membuat mata ku silau , bersama anaknya yang sedang menangis meminta sesuatu.
"adik sayang kenapa menangis." kata sialan.
"bapak,bakak."
"ape lo !!." bentak bapak yang dari tadi membuat silau.
"anvun,anvun,sory bang numpang lewat." sahut sialan seakan meremehkan bapak tersebut.
"we lo bocah jangan lari,sini balikin bom milik anak gue." bentak ayah anak tersebut.
"anvun pak, nih saya balikin, permisi pak ane mau ambil sendal."
"sendal gundul lo, spritusnya lo kemanain."
"tadi tumpah pak."
"alasan,sini balikin."
"ni pak ane hanya punya 10 ribu."
"halah sinih uangnya, pergi sono."

Bapak dari anak itupun pergi dengan ratapan amarah yang menggelora dan uang saku 10 ribu meninggalkan sialan sendirian di tengah - tengah insan yang terdiam.

"hahaha,tukan sudah ane bilangin jangan ambil milik orang yang bukan milik lo." kata andi.
"hah sudahlah biar dimakan tuh uang, hitung - hitung buat dia makan nanti." kata sialan.
"hahahaha,gimana rasanya brow manis kah ?? Biar ini jadi pengajaran ente."

* * * * *
Tak terasa pukul sudah menunjuk jam 23.59 wita . Tak terasa lelah ,kantuk ataupun lapar hilang seketika. Tiba - tiba dari kerumunan insan yang terdiam tampak sesosok tamu tak diundang menghampiri kita bertiga,sesosok itu tidak lain adalah tuyol yang membawa sebuah kotak berwarna merah. Mereka berjumlah 3 bocah ingusan berkepala botak kayak tuyol.

"kak selamat tahun baru." sahut bocah 1 yang mirib tuyol.
"waduh tuyol, btw ini apa isinya." jawab sialan.
"Tuyol gundul lo,ya rahasia deh njing."
"Bangke njeng ndas lo,dasar tuyol nakal. Ow btw ini buat kakak ya."
"ya tentu,buat siapa lagi kalau bukan buat kakak, silakan tutup mata kakak pake ini."
"okeh tuyol gundul."

Sialan pun menerima bincisan tersebut. Perlahan - lahan mamun pasti kotak merah tersebut akhirnya terbuka. Waduh ternyata oh ternyata isi dari kotak merah tersebut adalah sekotak emas, eits maksudnya sekotak tai kebo. Karena matanya tertutup sialan tak mengetahui isi kotak tersebut.

"kakak coba cium deh isinya." sahut bocah 2.
"waduh,bau apa nih kok ada asinnya."
"mantap ya kak ." sahut tuyol 3.
"kakak coba buka deh kainnya."sahut tuyol 3.
"waduh dasar bocah tuyol."
"wakakakakabur." sahut para bocah yang gundul mirip tuyol.

Sialan yang mengetahui kalau itu tai baunya harum kayak tai pun sontak kaget dan marah melihat hadiah dari bocah yang mirib kayak tuyol yang memang tuyol tersebut. Dengan wajah kemerahan sialan mengejah ketiga bocah yang mirib kayak tuyol tersebut. Wkwkwk sungguh malam yang penuh tawa.