Kududuk disebuah pondok kecil nan sederhana di malam bulan purnama. Tak seorang yang mengganggu, karena hanya aku dan suara jangkrik yang menemaniku disini. Sinar lentera yang menyala disampingku yang kian menambah kesan hangat nan romantis.

Aku tahu malam ini adalah malam yang sangat cocok untuk menulis sebuah kata - kata diatas kertas kecil bergambar Doraemon. Surat itu adalah sebuah surat yang kubuat untuk gadis desak yang cantik bagaikan bunga mawar yang selama ini kulihat dan kutatap dengan penuh cinta dan rasa suka.

Ku teringat sebuah masa yang indah bersamanya disekolah yang penuh kenangan dan kehangatan. Waktu itu kududuk membisu dibawah pohon sawo yang berada disebelah kelas tempatku mengadu. Engkau menghampiriku dan bertanya.

"hy, lagi sendirian ya ??" suaranya yang lembut bagaikan embun pagi.

Aku hanya menganggukan kepala pertanda "ya".

"hem,kenalin namaku linda."sambil menjulurkan tangan kanannya.

Akupun heran baru kali ini ada seseorang wanita yang mau berbicara kepadaku , padahal aku adalah peria sederhana dan tidak terbuka untuk bergaul dengan orang - orang. Tapi wanita ini lain, aku tak mau dia menunggu lama akupun menjulurkan tangan dan berkata padanya.

"Salam kenal,namaku adi."

"oh, salam kenal juga."

"Boleh aku duduk gak disampingmu."

"ya, boleh silakan duduk." sahutku

Diapun duduk disampingku dengan ratapan wajah malu. Aku heran maksud kedatangannya untuk apa.

"Maaf boleh aku tahu kamu kelas berapa ??"

"Dari kelas 9D,hem btw kamu kelas berapa rasanya baru lihat."

"Dari kelas 8A."

"yap,hehehehe." sahutnya dengan ratapan senyuman.

Tet. . . . . Tet. . . . . . Tet, suara beb sekolah berbunyi menandakan jam istirahat selesai. Akupun beranjak dari tempat itu,tapi dia meraih tanganku. Aku lihat wajahnya yang begitu cantik seakan bagaikan bidadari dari surga.

"hem maaf kak,boleh minta nomer hpnya gak."

Dengan polos aku bertanya.

"kenapa ??"

"ada deh."

"Baiklah ,silakan dicatat.""08223709xxx."

Diapun mencatat dengan wajah senang dan gembira. Karena diwajahnya terlihat senyuman lebar terpancarkan.

"yap,terimakasi ya kak."

"Sampai jumpa kak."

Diapun berlari menuju arah utara bersama rautan wajah yang gembira.

****

Waktu malam telah tiba tepatnya jam 10 malam terdengar deringan ponsel yang bergetar diatas lemari bajuku. Aku yang tadinya mau tidur akhirnya tertunda kerena suara deringan ponsel yang mengganggu tadi. Akhirnya akupun menuju kearah sumber bunyi. Dan akupun menjawab.

"Halo, ini siapa ya ??"

"maaf,mengganggu, ini aku linda."

"oh linda,gua kira siapa."

"hem,btw lagi ngapain."

"Lagi mau tidur nih."

"oh,maaf mengganggu."

"ya gapapa."

Lama kami berbincang - bincang mungkin ada 1 jam lebih kami berbicara yang membuat kaki ini terasa kaku yang lama berdiri menjawab semua pertanyaannya.

*****

Sungguh hari yang indah kami lewati. Tak terasa 1 minggu kami kenalan, baru terasa benih cinta yang muncul dari dalam hati seorang remaja labih yang dulu terdiam membisu. "mungkin ini namanya cinta,mungkin ini namanya suka." tanyaku pada diri ini yang sudah lama kebingungan dengan sesosok wanita yang datang pada diriku ini.

Akhirnya sudah tiba,waktu kita lalui bersama dan akupun bertekad untuk menulis sebuah surat untuknya. Yang isinya curahan hati yang selama ini kurasakan dan kupendam.

Dimalam ini bulan purnama ,bintang,jangkrik dan suara ombak menjadi saksi penulisan surat untuknya. Dan menjadi saksi cinta yang kurasakan . Semua yang kurasakan ku tulis diatas pondok,diatas kertas kecil bergambar Doraemon dengan sebuah pulpen bertinta hitam. Surat itu isinya sebuah ungkapan rasa cinta yang ku pendam selama ini.

Hari bersaksi padaku. Kutulis surat ini untuk mu. Rasa cinta yang kurasakan sejak hari itu . Terasa nyaman bersamamu. Surat ini adalah saksi jiwaku. Sebenarnya aku suka padamu. Apakah kamu mau menerima surat dan naungan nafsu hati ini. Pleace dibalas.

Seperti itulah kata-kata yang berhasil kutulis. Aku hanya pasrah dan kubiarkan waktu menjawab.

Haduh tak terasa jam sudah menunjuk pukul 10 malam, waktunya ku untuk pergi dari tempat para saksi.

****

Kukuruyuk, naungan para ayam pejantan yang membangunkan para insan dari tidurnya. Rasa senang nan gembira kurasakan. Tak sadar hati ini mau menyerahkan isi hati dalam bentuk surat kecil. Surat ini mewakili nafsu cinta yang kurasakan.

*****

Tet. . . . . Tet . . . . Tet, suara bel istirahat berbunyg,inilah saatnya ku mengungkapkan semua yang kurasakan. Dibalik gerbang terlihat para wanita ialah linda dan teman - temannya yang sedang berbicara sesuatu.

"hem gimana linda,kamu berhasil."

"ya tentulah."

"gimana dia."

"hahahaha dia mungkin cinta padaku dia tidak tahu semua itu adalah exting."

"hahahahahaha."

Dag dug dag dug,terasa jantung ini berdetak kencang,terasa mau copot. Suasana hati mulai tergoncang oleh badai yang dasyat mendengar suara yang pilu. Orang yang kucintai selama ini tak kusangka mengolok - olok cinta suci ini. Lolongan hati kian membara dan mulai menunjuk emosi.

Malam menjadi saksi pilu kehidupan para insan yang tersakiti. Surat yang kutulis dengan rasa penuh cinta disayat habih oleh kata wanita pendusta. Sungguh pilu.